(Bukan) Hanya Sekadar Lambang

Apakah Semua Pertanyaan Ada Jawabannya?

Akhirnya setelah merengek-rengek ria si dia mau mengajak pergi. Walaupun tujuannya sama saja dengan pertemuan bulan lalu. Tapi akhirnya hal penting yang kudapatkan adalah jawaban atas satu pertanyaan yang selama ini mengganjal di hati. Pertanyaan yang cukup penting bagiku. Yang akan sangat mempengaruhi hubungan kami di masa depan. Dan itu cukup membayar segala capek dan beberapa bulir air mata yang sempat mengalir. Bahkan bonusnya saya mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan lain. 

Dan pada akhirnya sebuah kesimpulan manis bisa kumunculkan. PEMAHAMAN. Seberapa besarpun rasa sayang kita kepada orang lain jika kita tidak mampu memahaminya tentu akan sulit menciptakan hubungan yang harmonis. Dan itulah yang selama ini kami coba lakukan. Bayak pemahaman-pemahaman baru yang coba dia terapkan untuk tetap menjaga komitmen ini. Bahkan aku tidak pernah membayangkan sebelumnya. Dan itu pulalah yang selalu menguatkanku untuk tetap bertahan dan mencoba terus untuk menjaga komitmen ini. Dan dari pemahaman itu pula kita akan menciptakan perilaku yang baik untuk sebuah kenyamanan.

Koi. Begitulah aku menyebutnya. Lelaki yang kupanjatkan namanya dihadapan Tuhan. Bukan untuk memilikinya. Tetapi untuk meminta sebuah skenario yang baik untuk kami. Sederhana. Jika iya mudahkanlah, jika tidak pisahkanlah. Dan ku akan sabar menanti jawaban dari pertanyaan-pertanyaan lain.

Ahhhhh…..

Jenuh…

Pernahkah engkau merasa jenuh…?? Bosan dengan hari-hari yang kau lalui…??

Dan sekarang aku disini. Menikmati segala kejenuhanku. Sambil menerka-nerka apa penyebabb jenuhku. Dengan rutinitasku kah? Dengan segala tugas yang ku tak mampu menyelesaikannya kah? Dengan …..mu…. kah? Dengan diriku sendiri kah? Ah aku tidak tahu. 

Yang kurasakan hanya kepenatan yang luar biasa. Segalanya menjadi sensitif dan menyita tenaga. Apa yang seharusnya biasa menjadi luar biasa. Apa yang seharusnya bisa menjadi tak bisa. Apa yang seharusnya mudah menjadi teramat sulit. Dan apa yang seharusnya indah menjadi terasa jengah.

Dan sekarang tiba pada suatu kesimpulan bahwa kebahagian adalah barang yang teramat mahal. Dimana rasa syukurku????!!!

Aku, kau, dan perbedaan

Aku mencintaimu
Kau mencintaiku

Aku tidak suka kecuekanmu
Kau tidak suka kesensitifanku

Melelahkan bertarung dengan segala perbedaan..
Perbedaan yang melahirkan kesalahpahaman..

Aku menjauh kau mendekat
Aku mendekat kau menjauh

Kapan kenyamanan itu benar-benar benar kembali

Kita saling mencintai
Tapi kita tidak tau caranya
Benar benar tidak tau caranya

Yang kita tau hanya kita saling membutuhkan.. Itu saja..

12.50
Di pojok kantor
Di ujung kegelisahan

Diantara 2 Pilihan

Cinta,,,

apa itu cinta…??

kalau sudah membicarakan cinta apakah kata salah dan benar bisa digunakan?? -lanjutan dari dee->

Sekolah Mewah

Seperti apa ya sekolah mewah itu? Apakah sekolah dengan gedung yang luar biasa besar dan sarana serta prasarana yang luar biasa?

Entahlah… -lanjutan dari dee->

Saya Ingin Kembali

Gambar

Saya ingin kembali.. kembali kesini..

ingin kembali menulis apa yang ingin hati ini ungkapkan..

ingin kembali menyapa dan disapa..

oleh kalian…